MEMBACA ULANG PENAFSIRAN AYAT POLIGAMI DALAM AL-QUR’AN Dari Pergeseran Tafsir Hingga Epistemologi Penafsiran

Rp70.000

Deskripsi

Penulis:

Dr. H. Zulyadain, M.A., Prof. Dr. H. Muhammad Taufiq, Lc., M.HI., Wely Dozan, M.Ag.

size:
14 x 20 cm

 

Isu poligami tetap menjadi ruang perdebatan dinamis antar ulama klasik dan kontemporer. Divergensi epistemologis ini merupakan konsekuensi logis dari pengaruh budaya, ideologi, dan latar intelektual masing-masing mufasir.  Fenomena ini membuka ruang akademik bagi peneliti untuk membedah lebih dalam bagaimana kerangka epistemologi digunakan dalam menginterpretasikan teks suci, khususnya terkait isu poligami. Diskursus mengenai penafsiran ayat poligami tetap menyisakan persoalan akademik, terutama terkait diskoneksi antara bunyi teks dan realitas kontemporer. Hal ini menuntut penelusuran ulang terhadap konteks asbabunnuzul serta pencarian ide moral. Di balik fenomena poligami yang menjadi fondasi utama dalam perdebatan tafsir. Jika sebagian mufasir klasik memahami poligami sebagai sebuah regulasi yang bersifat mutlak, tren penafsiran kekinian justru mengarah pada penguatan prinsip monogami sebagai tujuan esensial al-Qur’an dalam menjawab problematika umat. Penelitian ini secara spesifik berfokus pada paradigma epistemologi penafsiran sebab penggunaan episteme dalam tradisi akademik sangat memengaruhi kerangka berpikir mufasir, mulai dari metodologi dan corak hingga ketajaman analisis kritis terhadap teks serta realitas.

Category: